Wednesday, January 4, 2017

Kolam Renang Terbaik!

Pondok Daun Kalasey, Manado (Nov, 2016)
Manado memang sudah terkenal dengan laut dan pantainya yang indah. Namun, Manado juga memiliki kolam renang privat yang sangat indah. Lokasinya berada di Kalasey, kurang lebih 30 menit dari kota Manado. Posisi kolam renang ini sendiri berada di puncak bukit! ya tentu saja terik panasnya matahari tidak akan berpengaruh karena air kolam yang berasal dari bukit ini sudah terlalu dingin. Kolam renang ini cukup terkenal di Manado, namanya Pondok Daun.

Menariknya, walaupun sudah terkenal, harga masuk ke tempat rekreasi ini hanya Rp 15.000 per orang. Tempat ini tidak hanya memiliki satu kolam renang saja, melainkan ada empat kolam. Masing-masing kolam diperuntukan sesuai dengan kelompok umur dan kedalaman kolamnya. Selain itu, tempat rekreasi ini juga menyediakan makanan dan minuman khas Sulawesi Utara yang harganya terjangkau. Tempat ini biasa ramai dikunjungi pada waktu weekend.

Menemukan lokasi ini memang agak sulit bagi yang pertama kali ingin berkunjung. Anda harus menggunakan kendaraan pribadi, motor ataupun mobil, untuk dapat sampai ke lokasi ini. Dari Kota Manado, anda harus ke arah Malalayang terus ke daerah Kalasey. Setelah itu, anda harus masuk ke lorong jalan yang tidak terlalu luas jalannya. Ketika masuk ke lorong ini, akses jalanannya mulai sudah rusak alias berlubang. Jika anda sudah sampai di daerah Kalasey namun tidak menemukan lorong yang saya maksud, anda dapat bertanya ke warga sekitar, saya jamin mereka tau tempatnya hehe.

Disini juga sering dijadikan tempat pelatihan diving oleh beberapa kelompok diver di Manado. Para turis yang ingin belajar diving pun terkadang berlatih disini. lokasi kalaseymemang terkenal dengan beberapa spot diving nya, karena banyak resort maupun rumahan yang menyediakan jasa diving tersebut.

Jadi, bagi anda yang sedang atau ingin berlibur ke Manado, pastikan anda berkunjung ke tempat ini. Pengalaman berbeda yang tidak akan anda temukan di Jakarta maupun kota besar lainnya.

Tuesday, January 3, 2017

About The Author

Pulisan Beach, North Sulawesi (March, 2016)
Kali ini, saya mau memperkenalkan diri dahulu. Tak kenal maka tak sayang, begitu katanya. My name in Pras, yeah you better call me Pras. Saya asli tulen keturunan orang Betawi, Jakarta. Kedua orang tua saya asli lahir dan besar di Jakarta. Terus ngapain saya di Manado sekarang? haha itulah serunya perjalanan hidup. Hmm dimulai dari mana ya? mungkin dari sini...

Orang Jakarta asli atau suku Betawi terkenal dengan istilah "jago kandang". Artinya orang betawi hanya jago di kampungnya sendiri, tetapi takut untuk tandang atau ngerantau ke tempat lain. Saya sebagai orang Betawi asli pun mengakui hal tersebut. Terus kenapa saya ada di Manado sekarang? haha

Dulu saya kuliah di Universitas terbaik se-Indonesia (katanya sih begitu you know lah). Selama saya hidup sampe semester 5, saya tidak pernah yang namanya melakukan traveling, sendiri ataupun kelompok. Traveling saya pertama kali waktu itu ke Brebes, Jawa Tengah dalam rangka penelitian kampus. Rasa senangnya bukan main karena naik kereta bareng-bareng temen dan selalu fun sepanjang penelitian.

Pengalaman selanjutnya, saya diajak teman saya untuk ikut backpacker ke Bali. Ya itu adalah ide gila menurut saya, saya pun sempat ragu, karena teman-teman saya rencananya ke Bali dengan naik kereta dan perahu dan bus. Ya full backpacker versi murah meriah. Akhirnya dengan paksaan dan sedikit rasa nekat, saya pun menjadi orang terakhir yang konfirmasi akan ikut tour tersebut. Saya pun mengajak sepupu saya supaya merasa lebih aman dijalan haha.

Ya akhirnya kami ber-10 orang mulai perjalanan dari stasiun Jatinegara menuju ke stasiun Malang. Di Malang pun kami hanya transit sebentar kurang lebih 5 jam. Waktu itu saya manfaatin banget buat keliling-keliling kota Malang. Ya emang ga jauh-jauh banget sih tapi setidaknya jadi tau lah kota Malang kayak gimana. Kabar buruknya, sepupu saya mendadak ingin balik ke Bandung buat liburan disana. What? saya pun ada rasa panik, tapi yaudah lah saya masih punya 8 orang temen lagi (saat itu, saya cuma kenal 4 orang saja, sisanya baru kenalan hehe). 

singkatnya, saya pun langsung berangkat lagi dan sampai di Banyuwangi tengah malam. Akhirnya kita langsung naik perahu ASDP untuk berlayar ke Gilimanuk, Bali. Setelah di Gilimanuk, langsung naik bus tujuan pasar Tegal, Bali. Sampai disana, om nya teman saya langsung menjemput kami untuk diantarkan ke penginapan di daerah Popis Kuta yang terkenal buat backpackeran itu. Ya puas banget liburan di Bali ala Backpacker, kita sewa mobil dan bisa berkeliling seantero Bali. kurang lebih 4 hari 5 malam kita di sana. Mungkin kalian ga percaya ini, tapi traveling saya ke Bali hanya menghabiskan Rp 700.000 saja! ya sudah termasuk tiket kereta, makan, sewa mobil, penginapan, dll (tapi diluar oleh-oleh ya).

Lads of Traveler, Bali (2013)
Saran saya bagi para backpacker, jumlah kalian semakin banyak maka posibilitas cost nya lebih murah semakin besar. Kalian bisa mengurangi budget penginapan, sewa kendaraan, bahkan makan sekalipun. Itu saran dari backpacker pemula seperti saya hehe. Kalau kalian mau trik-trik supaya bisa murah banget liburan ke Bali, jangan sungkan buat comment ya.

Balik lagi ke perkenalan saya. Setelah petualangan di Bali, saya pun berkesempatan untuk ikut Kuliah Kerja Nyata di kampus saya. Waktu kuliah dahulu, saya ingin sekali kerja di Pertamina dan isu dari temen-temen kalau anggota K2N punya nilai tersendiri buat rekrutment Pertamina, oleh karena itu saya sangat semangat untuk ikut. Ya, di semester 6, saya pun pergi K2N ke Maluku. Hah Maluku? ya emang begitu perintahnya, lebih tepatnya Maluku Barat Daya, di Pulau Moa (perbatasan laut dengan Timor Leste). Ya sebulan saya disana pas banget bulan Ramadhan. Kalo ceritain ini harus ada sesi tersendiri karena panjang banget hehe.

Singkatnya, saya lulus kuliah dan langsung mendaftarkan diri jadi PNS di Kementerian Pariwisata (udah tau banget ya niatnya mau jalan-jalan doang haha). Ya, tapi nasib berkata lain dan akhirnya saya pun gagal dan bekerja di salah satu perusahaan tambang di Jakarta yang site nya ada di Sulawesi Utara.
Mining Site, North Sulawesi (2015)

Ya itulah awal dari saya bisa ada di Manado sekarang. Tapi, sekitar 1 tahun saya bekerja, saya pun memilih resign karena alasan yang tidak etis dijelaskan hehe. Saya pun kerja di Jakarta lagi, kali ini jauh banget dari keahlian saya. Saya bekerja dibidang sales and marketing di Jakarta. Padahal background saya dari ilmu pemerintahan yang biasa urus-urus izin tambang. Itulah jalan hidup saya. Oh iya, saya punya kekasih hati waktu itu di Manado, dan kita jalanin hubungan ldr waktu saya kerja di Jakarta. Yang mau konsultasi soal cinta juga bisa sama saya hahaha. Saya kurang menikmati kerjaan saya di Jakarta, karena bukan bidang saya dan jauh dari kekasih hati eaah. Tapi, saya sangat menikmati banget momen dimana saya ditugasin diluar kota. Ya, saya bisa ke Bandung, Semarang, Purwokerto, Bali, Balikpapan itu semua free dari kantor hahaha. Akhirnya saya terbiasa ketemu orang baru dari daerah lain. Ya memang sudah semenjak saya kerja di Manado, saya banyak belajar disana. Akhirnya saya pun ditempatkan di Palembang-Bengkulu untuk pegang penjualan disana. 

Palembang (2016)
Sebenarnya saya nyaman sekali di Palembang, makanan dan masyarakatnya luar biasa. Tapi, karena memang dari awal saya tidak enjoy bekerja sebagai sales and marketing, saya memutuskan resign ketika baru 2 bulan penempatan di Palembang. Oh iya, saya dan kekasih hati saya harus putus ketika saya terbang ke Palembang, ceilah haha. Saya pun balik ke Jakarta dengan status pengangguran. Saya sangat tidak betah sekali dan putar otak gimana caranya punya penghasilan sendiri. Akhirnya dengan restu dari orang tua dan tekad yang kuat, saya memutuskan untuk merantau lagi ke Manado. Harus diakui, "dia" yang banyak mengenalkan saya dengan kota Manado buat saya betah banget dengan kehidupan di kota ini. Saya suka sekali dengan laut dan pantai, dan Manado punya ini. Saya juga suka dengan kehidupan simple yang dimiliki kota Manado, tidak seperti Jakarta yang sudah ruwet sekali.

Sekitar bulan oktober 2016, saya pun terbang ke Manado dan memutuskan untuk buka usaha tour and travel dan rental mobil. Alhamdulillah usaha tersebut sampai saat ini masih berjalan. Oia, ketika saya balik ke Manado, saya juga ditawari untuk kembali kerja di perusahaan lama saya, tentu saya terima. tapi saya sudah resign lagi dibulan desember dan memutuskan untuk tidak akan pernah kembali ke perusahaan itu. 
Malalayang, Manado (Nov, 2016)
Sekarang, saya resmi merantau di Manado dan buka usaha. Saya pun punya tekad seperti orang lainnya, kenapa harus Manado? mungkin Tuhan yang lebih tau jawabannya. Tapi sampai saat ini saya belum bisa menemukan kota lain senyaman kota ini, walaupun kisah cinta saya disini sudah dipatahkan hahaha lebay.

Yes now here I am, so if you wanna to traveling to somewhere places you like, just go and follow your heart. It will be hard at first, but soon you could adapted to your new neighborhood, it become easier and fun. Just focus on your goals and dream, always try and never give up. Don't forget to always pray to your God. We just lived once, so take your chance and make sure you will not regret of what you choose, because there will be always a lesson in our decision.

Monday, January 2, 2017

Let's Hangout!

Kawasan Boulevard (Oct, 2016)
Kalau mau bicarain soal tempat hangout, Manado punya keunikan tersendiri. Para kawula muda biasanya akan menghabiskan malam minggu mereka disekitar kawasan boulevard ini. Selain pemandangan laut yang indah, tempat ini juga terdapat modern fast food yang populer di Indonesia, seperti Mc. D, KFC, dan Mall. Boleh dibilang bahwa tempat ini merupakan pusat kegiatan masyarakat Manado untuk refreshing. Pada sabtu dan minggu pagi, tempat ini akan berubah dan dipenuhi oleh banyak orang yang ingin berolahraga. Kegiatan seperti zumba dan jogging rutin dilakukan. Kawasan ini pun berubah menjadi car free day pada sabtu dan minggu pag tersebut. 

Selama saya berkeliling Indonesia (padahal baru berapa Provinsi), tempat yang menyerupai kawasan boulevard ini mungkin berada di Balikpapan. Kalau di Jakarta ya pasti ada di pantai privat yang terkenal itu hehe. Kalau di Manado sendiri memang ada retribusi parkir untuk di kawasan ini. Namun, retribusi tersebut hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 2.000 ++ untuk mobil tergantung lama jamnya. Murah bukan? dan retribusi tersebut pun resmi. Nah, kalau bicara soal retribusi parkir, Kota Manado ini juaranya, kenapa? karena sangat jarang sekali menemukan retribusi parkir liar yang ada di kota ini. Kalau di Jakarta mungkin sudah terkenal istilah Pak Ogah, disetiap kendaraan berhenti, disetiap minimarket pasti ada. Apalagi kalau di Palembang, aduh pengalaman saya kerja disana walaupun cuma 2 bulan sudah berani bilang kalau Pak Ogahnya lebih parah daripada di Jakarta.

Balik lagi ke kawasan boulevard ini, biasanya orang-orang yang jogging disini juga membawa hewan-hewan kesayangannya seperti anjing, bahkan ada yang pernah membawa ular! ya inilah keunikan Kota Manado masyarakatnya yang dinamis. Pastinya nanti saya akan banyak menampilkan foto-foto aktivitas di kawasan boulevard ini, tapi sabar ya berhubung blog ini masih baru dan saya sedang banyak aktivitas juga. Tapi, blog ini pasti saya selalu update mengenail hal-hal yang berbau Manado dan sekitarnya. Oh ya nanti saya juga akan ajarkan beberapa kata atau bahasa Manado cukup populer di Jakarta (setau saya cuma "ngana" aja yang terkenal).

See you on the next post

Photo taken from: Kawasan Boulevard


Sunday, January 1, 2017

Manado Harbour

Manado Harbor (Dec, 2016)
One of the important place in Manado City is the harbor. Many people from the surrounding island came to Manado City. They are still one culture, like Talaud Island, Sangihe Island, and Siau Island. They came to work, trading or doing business stuff, study, even only for vacation. That picture is a ship sailing to Tahuna, Sangihe Island. It takes about 10 hours trip, so you just need rest entire night. The ticket price is Rp 150,000 (The Cheapest) and you will get a hard-small bed like a military bed in the ship. Usually, the ship always crowded with people who want to back home, so they bring a lot of boxes stuff.

The harbor located in the bottom of the iconic bridge in Manado, Soekarno Bridge. As you seen in the picture, the glowing blue bridge is our iconic bridge. So, it is always a nice view in the night watching the ship sailing trough the bridge. 

Next time I will bring you to the beautiful islands in the North Sulawesi.

Photo taken from: Manado Harbor